| Ini adalah email otomatis dari Voice of America, untuk berhenti berlangganan, mohon klik di sini . |
Paspor Mullah Mansoor, Korupsi atau Keterlibatan? Menteri Dalam Negeri Pakistan Ahsan Iqbal baru-baru ini menanggapi sebuah penyelidikan majelis tinggi parlemen tentang bagaimana pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Akhtar Mansoor bisa mendapatkan paspor Pakistan. Selengkapnya Turki Bantah Laporan Berencana Culik Fethullah Gulen Selengkapnya Pameran Rinci Pembantaian Penduduk Asli di Australia Untuk pertama kalinya, museum di Australia memaparkan pembantaian oleh kolonialis terhadap penduduk asli dari sudut pandang warga Aborigin. Diperkirakan ribuan penduduk asli dibunuh oleh pemukim kulit putih sampai tahun 1940an, namun sebagian besar sejarah tersebut belum diungkapkan. Selengkapnya Para Pemimpin Berdatangan ke Manila untuk Hadiri KTT ASEAN Selengkapnya Tak Percaya Campur Tangan Rusia, Trump Dikecam 2 Mantan Pejabat Intelijen AS Selengkapnya Analis Khawatirkan Dampak Pemberantasan Korupsi Di Saudi Tindakan keras terhadap korupsi di Arab Saudi, yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman telah meluas ke beberapa anggota Keluarga Kerajaan dan melibatkan beberapa orang terkaya dan terkuat di Timur Tengah. Banyak dari mereka adalah investor besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran global mengenai dampak ekonomi. Tindakan dilakukan pada saat wilayah itu penuh gejolak, dan ada juga kekhawatiran, itu akan memperburuk ketegangan yang telah berlangsung lama. Selengkapnya Merkel Desak Pemimpin Partai Koalisi Tunjukkan Kemauan Berkompromi Selengkapnya Ribuan Peserta Maraton Beirut Serukan PM Hariri Pulang ke Lebanon Selengkapnya Aktivis Kritik Pengaturan Perlindungan Pajak Inggris Bocoran lebih dari 14 juta dokumen dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam layanan perbankan dan investasi di luar negeri (offshore finance) yang dikenal sebagai "Paradise Papers", mengungkapkan beberapa tokoh paling terkenal di dunia, mulai dari Ratu Elizabeth hingga vokalis U2 Bono. Satu negara yang paling banyak disebut dalam dokumen itu adalah Inggris. Para aktivis mengatakan lemahnya peraturan di Inggris menjadikan negara itu sebagai sarang bisnis rahasia dan hal ini diperburuk dengan keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa. Selengkapnya Emirates Beli 40 Boeing Selengkapnya |
| Ini adalah email otomatis, jangan membalas ke alamat ini. Jika Anda punya pertanyaan silakan layangkan ke: voaindonesia@voanews.com . |
| Voice of America 330 Independence Ave. SW Suite 3166 Washington, D.C. 20237 USA |
Paspor Mullah Mansoor, Korupsi atau Keterlibatan?
Turki Bantah Laporan Berencana Culik Fethullah Gulen
Pameran Rinci Pembantaian Penduduk Asli di Australia
Para Pemimpin Berdatangan ke Manila untuk Hadiri KTT ASEAN
Tak Percaya Campur Tangan Rusia, Trump Dikecam 2 Mantan Pejabat Intelijen AS
Analis Khawatirkan Dampak Pemberantasan Korupsi Di Saudi
Merkel Desak Pemimpin Partai Koalisi Tunjukkan Kemauan Berkompromi
Ribuan Peserta Maraton Beirut Serukan PM Hariri Pulang ke Lebanon
Aktivis Kritik Pengaturan Perlindungan Pajak Inggris
Emirates Beli 40 Boeing
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 komentar:
Posting Komentar