| Ini adalah email otomatis dari Voice of America, untuk berhenti berlangganan, mohon klik di sini . |
AS Ikut Kecam Serangan Gas Saraf Selengkapnya Video Tunjukkan Polisi Tak Masuki Sekolah Saat Penembakan Selengkapnya Laporan: China Tingkatkan Kehadiran Militer di Tajikistan Selengkapnya Pemanfaatan Kembali Baterai Bekas Teknologi masa kini banyak mengandalkan baterai sebagai sumber energi dengan baterai yang kualitasnya makin baik dan bisa bertahan lama, meski bila kapasitasnya berkurang maka baterai harus diganti. Menurut para peneliti, baterai isi ulang ini masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain. Selengkapnya VOA Trending Topic: Pameran Kostum Film Kostum Beauty and the Beast, Wonder Woman serta film-film blockbuster dan Oscars lain dipamerkan di museum Fashion Institute of Design and Merchandising di Los Angeles. Vina Mubtadi mengantarkan ceritanya untuk pemirsa #VOATrendingTopic berikut ini. Selengkapnya Ketua DPR Pastikan Pengkritik DPR Tak akan Dikriminalisasi Dewan Perwakilan Rakyat memastikan tidak akan ada kriminalisasi terhadap masyarakat maupun wartawan pasca Undang-undang MD3 yang berlaku. Selengkapnya Konjen RI di LA: WNI Jangan Sembarangan Beli Senjata di AS Konsulat Jendral RI di Los Angeles berpesan kepada warga Indonesia yang berkunjung ke AS agar menghormati hukum setempat dan tidak membawa senjata api keluar AS tanpa ijin. Hal ini terkait kasus dua WNI yang harus berurusan dengan hukum baru-baru ini karena kasus tersebut. Simak liputan VOA. Selengkapnya Inggris: Rusia di Balik Serangan Mata-mata Selengkapnya AS Dukung Inggris Sikapi Peracunan Eks Agen Ganda Rusia AS mengenakan sanksi terhadap belasan individu Rusia yang diduga terlibat serangan siber terhadap AS selama pilpres 2016, termasuk penebaran berita bohong. Langkah ini dilakukan di saat AS mendukung Inggris dan dua sekutu dekat lainnya di Eropa menyikapi peracunan eks agen ganda Rusia di Inggris. Selengkapnya Laporan PBB: Indeks Kebahagiaan AS dan Indonesia Turun Pepatah "uang tidak bisa membeli kebahagiaan" tampaknya berlaku bagi AS. Negara dengan produk domestic bruto terbesar dunia ini, tak pernah masuk sepuluh besar negara paling bahagia dalam Laporan Indeks Kebahagiaan Dunia oleh PBB. Tahun ini, peringkat AS dalam daftar tersebut bahkan merosot. Selengkapnya |
| Ini adalah email otomatis, jangan membalas ke alamat ini. Jika Anda punya pertanyaan silakan layangkan ke: voaindonesia@voanews.com . |
| Voice of America 330 Independence Ave. SW Suite 3166 Washington, D.C. 20237 USA |
AS Ikut Kecam Serangan Gas Saraf
Video Tunjukkan Polisi Tak Masuki Sekolah Saat Penembakan
Laporan: China Tingkatkan Kehadiran Militer di Tajikistan
Pemanfaatan Kembali Baterai Bekas
VOA Trending Topic: Pameran Kostum Film
Ketua DPR Pastikan Pengkritik DPR Tak akan Dikriminalisasi
Konjen RI di LA: WNI Jangan Sembarangan Beli Senjata di AS
Inggris: Rusia di Balik Serangan Mata-mata
AS Dukung Inggris Sikapi Peracunan Eks Agen Ganda Rusia
Laporan PBB: Indeks Kebahagiaan AS dan Indonesia Turun
RSS Feed
Twitter
Facebook
0 komentar:
Posting Komentar